Jombang Mulai Bangun Sekolah Rakyat, Kontraktor dan Besaran Dana Diungkap

Jombang — Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, mulai menunjukkan aktivitas di lapangan. Sejumlah alat berat terlihat beroperasi di area proyek, disertai masuknya berbagai material konstruksi yang menandai dimulainya tahapan awal pembangunan.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Nilai kontrak yang tercantum mencapai Rp1,165 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. Namun, besaran anggaran khusus untuk lokasi Jombang tidak dirinci secara terpisah.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Edy Yulianto, membenarkan bahwa pekerjaan fisik proyek telah dimulai.

“Pembangunan Sekolah Rakyat sudah dimulai. Saat ini masih tahap awal, berupa pemasangan tiang pancang,” ujar Edy, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, proyek tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR. Pemerintah Kabupaten Jombang hanya berperan sebagai tim teknis pendukung, yang melibatkan Dinas PUPR dan Dinas Sosial.

“Untuk pekerjaan langsung ditangani oleh kementerian. Pemkab hanya sebagai tim teknis,” jelasnya.

Karena pengelolaan proyek berada di tingkat pusat, Pemkab Jombang tidak terlibat dalam pengaturan anggaran maupun penentuan jadwal pelaksanaan secara detail. Akibatnya, target waktu penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Jombang belum dapat dipastikan.

“Kami tidak mengetahui secara pasti kapan target selesai dan berapa besaran anggaran khusus untuk Jombang, karena semuanya langsung dari kementerian,” tambah Edy.

Selain pemasangan tiang pancang, sejumlah material utama telah masuk ke area proyek. Pekerjaan pembesian serta pemasangan pagar pengaman juga mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal konstruksi.