Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat demokrasi. Pendidikan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Presiden menyampaikan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyatnya. Melalui pendidikan, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kesadaran kritis yang dibutuhkan dalam kehidupan berdemokrasi.
Menurut Presiden, pendidikan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan pendidikan yang baik, warga negara memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, keluar dari kemiskinan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional.
Selain itu, Presiden menekankan bahwa pendidikan yang inklusif dan berkeadilan akan memperkuat demokrasi. Masyarakat yang terdidik dinilai lebih mampu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, menjaga persatuan, serta menolak praktik-praktik yang merusak nilai demokrasi.
Pemerintah, lanjut Presiden, berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pendidikan melalui kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu, pemerataan akses, dan penguatan karakter bangsa. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai sektor pembangunan, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
Presiden Prabowo optimistis bahwa dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama, Indonesia dapat membangun masyarakat yang sejahtera, adil, dan demokratis, sekaligus mampu bersaing di tingkat global.
Sumber : (setkab.go.id).
