Padang — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan mengedepankan pendekatan berbasis data. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemprov Sumbar menilai bahwa data yang akurat dan terverifikasi menjadi fondasi utama dalam perencanaan rehabilitasi pascabencana. Melalui pemetaan data kerusakan dan dampak bencana secara detail, pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pendekatan berbasis data juga memungkinkan koordinasi lintas sektor berjalan lebih optimal. Pemerintah daerah dapat menyinergikan peran perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, serta dukungan pemerintah pusat dalam satu kerangka perencanaan yang terintegrasi.
Selain pembangunan fisik, Pemprov Sumbar turut memperhatikan aspek pemulihan kehidupan masyarakat, seperti pemulihan layanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi warga terdampak. Seluruh tahapan rehabilitasi dirancang agar mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pendataan dan monitoring sebagai bagian dari manajemen kebencanaan. Dengan strategi tersebut, proses pemulihan pascabencana diharapkan berjalan lebih cepat, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
