Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap jurnalisme secara signifikan. Transformasi ini menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan baru bagi industri media, terutama dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan kualitas pemberitaan.
Wamenkomdigi menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam jurnalisme dapat meningkatkan efisiensi kerja redaksi, mulai dari pengolahan data, penyusunan konten, hingga distribusi berita. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi ini juga menuntut media untuk tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik, akurasi informasi, dan tanggung jawab kepada publik.
Perubahan pola konsumsi informasi di era digital turut memengaruhi keberlangsungan media. Persaingan dengan platform digital dan media sosial menuntut media arus utama untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menemukan model bisnis yang berkelanjutan di tengah disrupsi teknologi.
Wamenkomdigi menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor media agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak. Literasi digital dan pemahaman etika penggunaan AI dinilai menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas jurnalisme di era digital.
Pemerintah berkomitmen untuk mendukung transformasi digital industri media melalui kebijakan yang adaptif dan kolaboratif. Dengan pemanfaatan AI yang tepat dan bertanggung jawab, diharapkan media dapat terus menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi sekaligus menjaga keberlanjutan di tengah perubahan zaman.
Sumber: Infopublik.id
