Depok — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan menempatkan kesiapan mental siswa sebagai prioritas utama. Strategi ini menekankan kolaborasi antara guru dan orang tua agar asesmen tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga memperkuat proses belajar yang berkualitas dan bermakna.
Kegiatan sosialisasi bertema “Sekolah sebagai Ruang Aman: Strategi Mengelola Kesiapan Mental Siswa Menghadapi TKA” digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen bersama Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).
Penasihat DWP, Masmidah Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen strategis dalam sistem asesmen nasional yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Ia menekankan, siswa harus dipandang sebagai individu yang berkembang, bukan sekadar objek pengukuran, sehingga asesmen ditempatkan dalam kerangka humanis, sehat, dan membangun karakter.
Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA memotret kemampuan akademik siswa secara objektif, khususnya di bidang literasi, numerasi, dan penalaran. TKA juga bertujuan menumbuhkan budaya belajar yang sehat, dengan semangat “TKA Jujur dan Gembira”, agar siswa mengikuti asesmen dengan percaya diri dan nilai kejujuran tetap terjaga.
Menurut Toni, tingkat partisipasi sekolah dalam pelaksanaan TKA SD dan SMP telah mencapai sekitar 97 persen, menunjukkan komitmen tinggi untuk membangun budaya mutu dan akuntabilitas pembelajaran. Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja bidang pendidikan DWP untuk memperkuat literasi kebijakan asesmen di keluarga dan masyarakat.
Acara diikuti perwakilan 20 sekolah di sekitar Pusat Pelatihan SDM, termasuk kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, komite sekolah, dan perwakilan dinas pendidikan, dengan tujuan menjadikan TKA lebih inklusif, sehat, dan berfokus pada perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
📌 Sumber Berita : Infopublik.id
