Jakarta — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menyampaikan bahwa adopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pemanfaatan AI diperkirakan mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 2,83 persen sampai 3,67 persen pada 2030.
Menurut pemerintah, teknologi AI tidak hanya menjadi tren global, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam transformasi digital di berbagai sektor. Mulai dari industri, layanan publik, hingga sektor bisnis, pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing nasional.
Menkomdigi menegaskan bahwa tingginya tingkat adopsi AI di Indonesia menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah pengguna internet yang besar serta ekosistem digital yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi AI di kawasan.
Namun demikian, pemanfaatan AI juga memerlukan kesiapan infrastruktur, regulasi, serta sumber daya manusia yang memadai. Pemerintah terus mendorong penguatan kebijakan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi lintas sektor agar implementasi AI dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, AI juga dipandang sebagai teknologi yang mampu menciptakan inovasi baru dan membuka peluang usaha di berbagai bidang. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung transformasi menuju ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
