Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Festival Budaya dan Kuliner Pasar Panganan Giri Biyen di Desa Giri, Kecamatan Kebomas.
Festival yang digelar secara rutin setiap Minggu Kliwon ini menghadirkan nuansa tempo dulu yang kental. Para pedagang mengenakan busana tradisional, sementara transaksi dilakukan menggunakan koin gobog, sehingga menciptakan pengalaman budaya yang autentik bagi pengunjung.
Sebanyak puluhan pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan menyajikan beragam kuliner khas Gresik yang kini mulai jarang dijumpai. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang wisata kuliner, tetapi juga ruang promosi bagi produk lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa festival ini memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Festival Giri Biyen menjadi upaya untuk menghidupkan kembali khazanah kuliner dan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sejak pertama kali digelar. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan festival melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Gresik berharap pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan UMKM berbasis potensi daerah.
