Categories
Daerah

Bu Nyai Azzah Wafat, Ponpes Darul Ulum & Unipdu Jombang Berduka

Jombang – Duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU), Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur. istri KH As’ad Umar yakni Ibu Nyai Hj Azah As’ad, berpulang ke Rahmatullah di usia 82 tahun.

KH Zaimuddin Wijaya As’ad atau Gus Zuem, putera pertama almarhum ibu Hj Azah As’ad mengatakan, ibundanya wafat pada Jumat (23/10/2020) pukul 13.43 WIB. “Ibu wafat, seteleh habis salat Jumat, pukul 13.43 WIB,” ungkapnya Gus Zuem.
Dikatakannya, Hj Azah As’ad meninggal dunia karena sakit karena faktor usia. “Beliau meninggal karena sakit, bukan karena Covid-19 atau penyakit lain. Penyakit biasa, karena sudah sepuh. Tadi sempat mau dirujuk ke rumah sakit, tapi beliau meninggal di perjalanan,” jelasnya.

Jenazah Hj Azzah As’ad dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang, setelah salat magrib. “Dimakamkan di sini, pemakaman keluarga setelah Magrib, sekitar jam 7 malam,” pungkasnya kepada KabarJombang.com.

Hj Azah As’ad merupakan istri dari KH As’ad Umar yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Umum ke 7 sekaligus pendiri Kampus Unipdu Jombang.

Berpulangnya Hj Azzah As’ad, meninggalkan 6 putera dan 2 puteri dari pernikahannya dengan KH As’ad Umar yang sudah lebih dulu berpulang pada 5 Dedember 2010 silam. Almarhum juga meninggalkan 25 cucu.

Kedelapan putera-puterinya secara berurut, yaitu Zaimudin Wijaya As’ad, Zulfikar As’ad, Zainul Ibad As’ad, Niswah Qonita, Dzul hilmy, Zahrul Jihad, Uswatun Qoyyimah, Zahrul Azhar Hanz.

Categories
Daerah

AKIBAT GAME ONLINE, PELAJAR INI TEWAS DI TANGAN TEMANNYA SENDIRI.

JOMBANG, FaktualNews.co – Kasus pembunuhan Muhammad Alfian Rizki Pratama (12) pelajar MIN Kauman, Jombang, Jawa Timur, oleh temanya sendiri, terus didalami polisi.
Selain menahan AHR (16) teman korban sekaligus juga tersangka tunggal kasus yang menewaskan Alfian, polisi juga telah membongkar makam Alfian, untuk proses autopsi.
Namun, belakangan terkuak, aksi nekat pelaku itu ternyata dilatar belakangi rasa dendam tersangka terhadap korban gara-gara game online.
AHR sakit hati, karena ditagih uang transaksi game online sebesar Rp 200 ribu oleh korban. Sehingga tersangka berencana membunuh korban.
Korban lantas dijemput AHR bersama temannya, AMA (17) dengan satu sepeda motor dirumahnya. AHR lantas mengajak korban ke Kedung Cinet yang ada di Desa Pojok Klitih, Plandaan.
Disana korban kemudian ditendang oleh tersangka ke dalam sungai. Tak hanya itu, AHR juga menyeret tubuh korban dan menginjak batang leher korban lalu menenggelamkannya ke air.
“Intinya gara-gara uang Rp 200 ribu, keduanya main game online. Pelaku merencanakan membawa korban ini bertiga ke sungai Kedung Cinet, disana korban kemudian dijorokin, diseret dan diinjak batang leher oleh pelaku, hingga korban tenggelam dan meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Christian Kosasih, Jumat (23/10/2020).
Hingga saat ini Polisi masih menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban. Namun, hasil visum sementara Polisi menyebut ada luka memar dibagian kepada korban. Namun belum diketahui penyebab memar itu.
Kristian menuturkan, atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal tentang pembunuhan berencana.
“Dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” pungkasnya.
Sebelumnya, polisi membongkar makam Muhammad Alfian Rizki Pratama (12) pelajar MIN Kauman Jombang, yang diduga menjadi korban pembunuhan temamya sendiri.
Hal ini setelah Polisi mendapati fakta baru perihal kematian korban yang sebelummya dikabarkan tewas karena tenggelam di sungai Kedung Cinet yang ada di Desa Pojok Klitih, Plandaan, Rabu, 21 Oktober 2020 lalu.
Belakang diketahui, korban ternyata menjadi korban pembunuhan temannya sendiri berinisial AHR (16) pelajar asal Kecamatan Jombang Kota.

Exit mobile version