Di Penghujung 2025, Gubernur Khofifah Serukan Doa dan Istighotsah Kubro di Masjid Nasional Al-Akbar, Sebut Ulama-Umara’ Penjaga Cahaya Jatim

SURABAYA, 2 JANUARI 2026– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran ulama ,  pondok pesantren dan Umara' sebagai pilar kekuatan Jawa Timur .

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Khotmil Qur'an dan Istighotsah Kubro ke-10 Yayasan Mabin An-Nahdliyah Langitan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Selasa (30/12). 

"Panjenengan semua, ustadz ustadzah dan guru-guru TPQ  An-Nahdliyah Langitan Insya Allah akan jadi pilar kekuatan dunia akhirat. Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur dikuati oleh pesantren dan oleh para ulama ," tegas Gubernur Khofifah.

"Jawa Timur Alhamdulillah selalu dijaga dari berbagai hal dan dikuatkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan Al-Qur'an. Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkan Insya Allah, panjenengan telah mengikuti jejak-jejak ini," lanjutnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan Langitan telah lama menjadi  pusat kepondokpesantrenan di Jawa Timur. Bahkan, Presiden RI Ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur disebutnya sering berbicara tentang pengasuh generasi keenam Pondok Pesantren Langitan KH. Abdullah Faqih yang dikenal sebagai Kyai Khos NU.

"Gus Dur sangat sering menyebut Kyai Khos dan kemudian episentrumnya ada di Langitan. Saya rasa, kita semua rindu beliau karena sering menjadi referensi jika ada masalah-masalah. Baik masalah kebangsaan, kenegaraan, maupun keumatan," terangnya.

Dirinya mengatakan, kehadiran ulama dan pondok pesantren senantiasa memberikan cahaya untuk Jawa Timur. Cahaya ini diperkuat dengan cerita seorang tokoh ulama terkemuka dari Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Abdusshomad Mehanna.

Guru Besar Universitas Al-Azhar yang biasa disapa Syaikh Mehanna  dulunya pernah dicari oleh muridnya yang berasal dari Amerika. 

Dari Amerika, muridnya singgah dulu ke Istanbul untuk ziarah ke Syaikh Jalaluddin Rumi. Malamnya, Syaikh Rumi _rawuh_. Ditanya, sedang mencari siapa. Ketika dijawab mencari gurunya Syaikh Mehanna, Syaikh Rumi menjelaskan kalau Syaikh Mehanna ada Indonesia di bagian Timur. Daerah yang penuh cahaya dan penuh barokah.  Hal ini fisampaikan Syech Mehanna kepada  Gubernur Khofifah.

Ternyata, daerah yang dimaksud adalah Jawa Timur mengingat Syaikh Mehanna sedang berada di Jawa Timur. Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu mengajak masyarakat agar senantiasa mendoakan para ulama sebagai pilar penguat Islam dan menata kehidupan masyarakat.

“Mudah-mudahan kita semua mendapatkan  kemudahan dalam menjalankan berbagai tugas. Kami juga mohon doa turunnya rahmat dan ridha Allah SWT pada proses pembangunan di Jawa Timur. Mudah-mudahan kemanfaatan bisa lebih besar dirasakan oleh masyarakat," pungkas Gubernur Khofifah.

Khotmil Qur'an dan Istighotsah Kubro ini sendiri berjalan khidmat. Acara diisi dengan tilawatil wa khotmil Qur'an, pembacaan Istighotsah, serta penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh ulama muda asal Malang, Habib Muhammad bin Anies Shahab serta dihadiri keluarga besar Pesantren Langitan Tuban.