SURABAYA, 18 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menghadirkan kebijakan pro-rakyat dalam menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Yakni berupa kado istimewa bagi masyarakat berupa layanan transportasi publik Trans Jatim gratis selama dua hari, yakni pada 21–22 Maret 2026.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh koridor layanan Trans Jatim di wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya, kecuali untuk layanan Trans Jatim Luxury.
Gubernur Khofifah menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan kemudahan mobilitas masyarakat, khususnya pada momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya aktivitas silaturahim.
“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan Lebaran yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan gratis,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pembebasan tarif ini berlaku pada hari H dan H+1 Idul Fitri sebagai stimulus untuk mendukung mobilitas masyarakat yang melakukan kunjungan atau unjung-unjung ke keluarga maupun kerabat.
“Ini bentuk stimulus agar masyarakat bisa bergerak lebih mudah saat Lebaran, terutama untuk bersilaturahim dengan keluarga dan kerabat,” imbuhnya.
Selain pembebasan tarif, Pemprov Jawa Timur juga melakukan penyesuaian operasional layanan Trans Jatim pada hari pertama Lebaran. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat yang melaksanakan Salat Ied pada pagi hari.
"Saat hari H Lebaran, Trans Jatim beroperasi mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tetapi saat H+1 Lebaran, operasional kembali normal seperti hari biasa yaitu mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB," katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa kebijakan ini juga memiliki nilai strategis dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas selama periode Lebaran. Dengan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik, diharapkan dapat menekan potensi kepadatan dan risiko kecelakaan di jalan raya.
“Dengan adanya layanan Trans Jatim gratis ini, kami berharap masyarakat dapat beralih ke transportasi publik sehingga perjalanan menjadi lebih aman, tertib, dan nyaman,” tegasnya.
Program ini, lanjut Khofifah, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan sistem transportasi yang inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan.
“Silaturahim menjadi lebih dekat, perjalanan menjadi lebih hemat. Mudik nyaman tidak harus mahal,” ungkapnya.
Khofifah pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini bersama keluarga dan kerabat, sekaligus mendukung budaya penggunaan transportasi publik.
“Ayo ajak keluarga dan teman untuk memanfaatkan layanan Trans Jatim gratis ini. Dua hari ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ajak Khofifah.
“Naik Trans Jatim saat Lebaran adalah langkah kecil menuju perubahan besar menuju Jawa Timur yang tangguh, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
