Gubernur Khofifah Pastikan PMA Jepang Tumbuh Berkualitas dan Berkelanjutan di Jawa Timur

SURABAYA, 31 JANUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan Penanaman Modal Asing (PMA) Jepang di Jawa Timur tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel dan Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, Jumat (30/1).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang pun menjadi negara penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan investor Jepang yang konsisten menjadikan Jawa Timur tujuan investasi utama dan Jepang sebagai penyumbang realisasi PMA terbesar ke-4 di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, investasi Jepang di Jawa Timur umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu tulang punggung penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.

“Investasi PMA Jepang terbukti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, tingginya kepercayaan investor Jepang tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari tahap pra-investasi hingga operasional. Reformasi perizinan terus dilakukan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS).

Selain itu, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga menjamin keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK – Mobile Investment Clinic.

“Melalui strategi dan upaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, realisasi investasi Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan Jawa Timur dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen (quarter to quarter) dan 11,4 persen (year on year).

Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Untuk itu, ia mengajak Konsulat Jepang dan pimpinan perusahaan Jepang di Jawa Timur guna membangun komunikasi yang intensif dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan sektor-sektor unggulan yang berpotensi besar bagi investor Jepang, antara lain manufaktur dan otomotif, elektronik dan industri berbasis teknologi, petrokimia dan industri hilir, makanan dan minuman serta agroindustri, energi dan industri hijau, serta infrastruktur dan kawasan industri.

“Saya berharap, peluang-peluang tersebut bisa tercapai untuk terciptanya komunikasi intensif dan kerja sama konkret yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menjadi mitra strategis dan fasilitator bagi setiap rencana investasi yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Konsulat Jepang di berbagai bidang, khususnya dalam sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi.

“Tentu keberhasilan bisa dicapai karena dukungan Pemprov Jatim. Saya apresiasi kepada Pemprov Jatim,” ungkapnya.

Ia juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat intensitas pertemuan dan dialog, terutama dalam membahas tantangan investasi seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum antara Jepang dan Jawa Timur.

“Kami menyambut baik dan siap dengan ajakan ibu gubernur Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kepatuhan sekaligus memastikan kelancaran usaha bagi kedua pihak,” ungkapnya.

Pada akhir acara, Gubernur Khofifah didampingi Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu menyerahkan penghargaan kepada delapan perusahaan Jepang yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun di Jawa Timur.

Perusahaan tersebut antara lain PT Kutai Timber Indonesia, PT Mermaid Textile Industry Indonesia, PT Hisamitsu Pharma Indonesia, PT Pakarti Riken Indonesia, PT Easterntex, PT Otsuka Indonesia, PT Ajinomoto Indonesia, dan PT Meiji Indonesia Pharmaceutical Industries.

Acara tersebut turut dihadiri Chairman of East Java Japan Club, General Manager of Indonesia Technology and Engineering Center PT Ajinomoto Indonesia Akazawa Ryoichi, serta para direktur dan pimpinan perusahaan Jepang yang beroperasi di Jatim.