JEMBER, 19 JANUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggencarkan program Pasar Murah di tengah dinamika harga pangan yang cenderung fluktuatif. Kali ini, Pasar Murah kelima pada tahun 2026 digelar di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Minggu (18/1).
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara konsisten menggelar pasar murah sebagai langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.
"Kita ingin memastikan bahwa daya beli masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pemenuhan logistik mereka dan harganya jauh di bawah pasar tradisional," ujarnya usai tinjauan.
Menurut Khofifah, harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga kerap mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, Pemprov Jatim rutin menggelar pasar murah di berbagai titik sebagai upaya menjaga stabilitas harga.
"Konsistensi pelaksanaan pasar murah menunjukkan komitmen pemerintah Jatim menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasaran. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, dan telur ayam Rp22.000 per kemasan.
Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
"Harga telur rata-rata Rp29.000 – 30.000 per kilogram, di sini dijual Rp22.000 per kilogram, gula id food Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.800 per kg dijual Rp14.000 per kg. MinyaKita premium Rp16.800 per liter dijual Rp13.000 per liter. Beras SPHP kalau di HET Bulog Rp12.500 per kg, lalu di pasar tradisional Rp13.500 per kg, tapi di sini dijual Rp11.000 per kg. Kemudian, Daging ayam Rp38.000 per kg, di sini dijual Rp30.000 per kg," jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa intervensi harga melalui pasar murah menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
"Sifatnya stabilisasi inflasi dan pengendalian harga apalagi menjelang ramadhan dan lebaran pasti kebutuhan logistik rumah tangga meningkat," ungkapnya.
"Ketika _demand_ meningkat tapi _supply_ standar harga akan naik apalagi _supply_ berkurang maka kita mencoba membangun penetrasi supaya inflasi terkendali, stabil dan terjangkau bagi masyarakat," imbuhnya.
Mengingat besarnya manfaat bagi masyarakat, Khofifah memastikan kegiatan pasar murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Timur.
"Kami tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara adil dan merata. Melainkan turut menguatkan ketahanan pangan di masing-masing daerah," tegasnya.
Kegiatan pasar murah ini pun disambut antusias oleh masyarakat. Selain mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, Gubernur Khofifah juga membagikan bantuan beras kepada lansia serta telur kepada ibu hamil. Riyandi (60), salah satu warga, mengungkapkan rasa syukurnya menerima bantuan beras
"Senang sekali. Berasnya buat stok di rumah," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wiwik (62) yang mengapresiasi pelaksanaan pasar murah. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
"Sangat bermanfaat dan mohon terus dilaksanakan karena membantu perekonomian masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah dan tidak mampu membeli kebutuhan pokok," pungkasnya.
