SURABAYA, 21 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf melaksanakan Salat Idul Fitri (Ied) 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (21/3) pagi, bersama sekitar 50 ribu jemaah.
Sejak ba’da subuh, jemaah telah memadati kawasan masjid yang merupakan salah satu terbesar di Indonesia tersebut. Tak lama berselang, seluruh area dalam masjid hingga pelataran luar terisi penuh oleh masyarakat yang antusias melaksanakan Salat Ied.
Dalam pelaksanaan Salat Ied, Gubernur Khofifah hadir bersama keluarga, termasuk cucunya Aisyah Nabila (Aila), yang turut mengikuti salat berjamaah. Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Dardak hadir bersama Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin dan keluarga.
Salat Ied dimulai pukul 06.12 WIB, dipimpin oleh Imam Besar MAS KH Abdul Hamid Abdullah, dengan khatib Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sebelum salat dimulai, Gubernur Khofifah mengajak seluruh jemaah melantunkan takbir bersama, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan.
"Allahhu Akbar Allahhu Akbar, Allah hu Akbar Lailaha Illallah Allahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd," ujar Gubernur Khofifah yang diikuti oleh jamaah yang hadir.
"Atas nama keluarga besar Pemprov Jatim, saya Khofifah Indar Parawansa dan keluarga juga Pak Wagub Emil Elestianto Dardak beserta keluarga menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah, Taqoballohu Minna Waminkum, Taqobbal Ya Kariim," ucap Khofifah.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa saat ini damai adalah hal yang dibutuhkan bagi seluruh umat di dunia. Karena itu, Gubernur Khofifah berpesan agar datangnya Idul Fitri 1447 H ini menjadi inspirasi bagi semua seluruh warga bangsa untuk mewujudkan dan menjaga kedamaian.
"Semangat Idul Fitri ini mudah-mudahan damai bisa menjadi bagian dari inspirasi semua kepala negara, inspirasi semua warga bangsa bahwa memang yang kita butuhkan adalah suasana yang aman suasana yang damai suasana yang tentram," kata Gubernur Khofifah.
Menurutnya, peperangan hanya akan memberikan dampak negatif bagi semua pihak. Tidak hanya dari segi keamanan, tetapi juga ekonomi dan sosial kemasyarakatan yang dirasakan semua kalangan.
"Tidak ada yang menang di dalam peperangan ini, kita merasakan bahwa dampak ekonomi akibat dari suplai crude oil dan kita bisa merasakan resiko-resiko ekonomi, resiko stabilitas struktur sosial masyarakat jadi kita tidak ingin bahwa hal ini berkepanjangan," katanya.
Orang nomor satu di Jatim ini pun kembali menekankan bahwa kedamaian merupakan hal yang saat ini menjadi kebutuhan.
Sementara itu, terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri kali ini Gubernur Khofifah mengungkapkan telah melakukan berbagai ikhtiar agar masyarakat dapat merayakan dengan damai, nyaman dan bahagia. Upaya – upaya tersebut antara lain melakukan koordinasi lintas sektor termasuk dengan PLN dan Pertamina Patra Niaga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok.
"Bersama Pak Wagub juga kami ini berlapis-lapis melakukan rapat koordinasi pertama bahwa kita melakukan stabilisasi harga dengan berbagai macam cara kita memastikan distribusi bapok bisa sampai terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau, kita juga melakukan ikhtiar maksimal bagaimana jalan-jalan itu terus bisa lebih aman lebih nyaman," jelasnya.
"Kita memastikan bahwa koordinasi dengan PLN, Pertamina Patra Niaga di titik-titik dimana kita meminta untuk disiapkan SPBU portable dan itu juga disiapkan terutama untuk Gending Besuki karena ini tol baru," imbuhnya.
Selain itu Gubernur Khofifah juga menyebutkan Pemprov Jatim telah memfasilitasi mudik bareng gratis untuk masyarakat Jawa Timur. Ia berharap upaya-upaya tersebut merupakan bagian dari pelayanan yang dapat diberikan Pempov Jatim agar masyarakat dapat bersilaturahmi dengan nyaman dan bahagia bersama keluarga.
"Total ada 9.230 yang kapal, yang Jakarta Jawa Timur, atau yang Jawa Timur dengan 20 titik 20 Kabupaten Kota dan mereka sudah sampai dengan selamat di rumah masing-masing bahagia dan bisa melaksanakan silaturahim dengan maksimal," tuturnya.
Gubernur Khofifah juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan momen libur lebaran tahun ini dengan menjaga tradisi silaturahmi, dan halal bihalal. Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengatakan bahwa selama menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan Allah telah mengampuni dosa dan khilaf maka silaturahmi dengan keluarga, kerabat, kolega dan tetangga menjadi hal sangat dianjurkan.
"Tradisi silaturahmi ini harus terus dijaga, saling memaafkan memang tidak harus menunggu hari raya idul Fitri tetapi silaturahmi dan saling memaafkan saat idul Fitri adalah bagian yang dapat menyempurnakan ibadah ramadhan kita," terangnya.
"Setelah Allah mengampuni dosa dan khilaf kita, maka selanjutnya _hablu minannas_ harus dituntaskan melalui silaturahmi dan saling memaafkan diantara kita semua," imbuhnya.
Selesai menjalankan Sholat Ied, Gubernur Khofifah bersama Gus Ipul berserta istri, Wagub Jatim dan Ketua TPP PKK bersalam-salaman dengan jemaah salat Idul Fitri. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini pun mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
"Kembali kami, saya, pak Wagub dan seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur menyampaikan minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin mudah-mudahan ibadah puasa kita salat kita semua diterima oleh Allah, mudah-mudahan kita bisa bertemu dengan Ramadan tahun depan dengan suasana yang makin aman makin bahagia dan makin sejahtera untuk semuanya," ucapnya.
Selepas salat ied Gubernur Khofifah dan keluarga besar melakukan ziarah ke makam suami dan orang tua nya di Jemursari Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan riyayan dengan masyarakat di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag mengangkat tema “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver”, yang menekankan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Idul Fitri sebagai momentum untuk menghadirkan kebermanfaatan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
