Khofifah Indar Parawansa Dorong Percepatan Net Zero Emission Lewat Kerja Sama dengan Swaniti Initiative

SURABAYA, 6 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi dari Swaniti Initiative di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (4/3) siang.

Dalam pertemuan ini dibahas mendalam tentang strategi pengembangan energi terbarukan, ekonomi hijau, dan rencana pembentukan konsorsium sektor swasta melalui program Meridian Collective.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Swaniti Initiative ke Jawa Timur. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam mempercepat Jatim _net zero emission_.

"Kami menyambut baik kunjungan Swaniti Initiative yang berpusat di New Delhi India   ke Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat target provinsi menuju Net Zero Emission 2060," kata Khofifah.

Ia menambahkan bahwa meskipun target nasional Net Zero Emission ditetapkan pada 2060, percepatan hingga 2050 sangat mungkin dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bersinergi.

"Jika semua elemen bergerak bersama dan melaksanakan langkah nyata, percepatan target Net Zero Emission hingga 2050 dapat diwujudkan," ucapnya.

Sejauh ini kata Khofifah, Jatim telah menjalankan sejumlah program  strategis dalam mempercepat NZE pada 2050. Beberapa diantaranya adalah PLTB Wongsorejo Banyuwangi (50 MW), PLTS atap untuk pelanggan dan institusi, serta insentif pajak 0% untuk kendaraan listrik.

Program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, seperti Mangrove Lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi pesisir, dan penguatan sektor pertanian, juga terus digencarkan.

Oleh karenanya, inisiasi Swaniti Initiative melalui program Meridian Collective dinilainya sejalan dengan komitmen Jawa Timur dalam mempercepat transformasi energi dan pembangunan rendah karbon.

"Pada prinsipnya program ini sangat bagus. Mungkin bisa dibreak down lebih detail lagi, lebih konkret program apa yang bisa kita kerjasamakan. Mungkin ada program yang lebih spesifik, sehingga ketika program ini dilaksanakan memberikan dampak yang bagus pada green economy, pada ketahanan iklim dan membuka ruang kerja baru bagi masyarakat," katanya. 

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyambut baik inisiasi yang dilakukan Swaniti Initiative. Menurutnya, Jatim dibawah arahan Gubernur Khofifah terus mendorong pengembangan energi terbarukan dan ekonomi hijau melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional.

"Partisipasi Jawa Timur dalam forum internasional, termasuk di Davos, membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan. Ini bukan sekadar profil provinsi, tetapi kesempatan nyata untuk berbagi praktik terbaik dan mendapatkan dukungan teknologi serta pembiayaan dari mitra global," katanya

Selain memperkuat kolaborasi global, Emil menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam percepatan transisi energi. Ia menilai konsorsium yang melibatkan perusahaan nasional dan internasional dapat memastikan proyek energi terbarukan berjalan terintegrasi dan berdampak langsung pada masyarakat.

"Jika pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra internasional seperti Swaniti bersinergi, setiap proyek energi terbarukan dapat mendorong pertumbuhan green economy, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan iklim di Jawa Timur," ucapnya. 

Sementara itu, CEO Swaniti Initiative, Rwitwika Bhattacharya, mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah terkait percepatan energi terbarukan di Jawa Timur. 

Ia menilai komitmen provinsi Jatim dalam transisi energi dan pembangunan rendah karbon menjadi kunci menarik kerja sama internasional dan investasi hijau.

"Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah dalam mendorong energi terbarukan di Jawa Timur. Transisi energi tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat Jawa Timur,” katanya

Ia juga menyoroti rencana pembentukan konsorsium sektor swasta untuk memperkuat implementasi proyek energi terbarukan, meningkatkan efisiensi teknologi, dan memperluas akses pembiayaan.

"Kami berencana akan membentuk konsorsium yang melibatkan private sector, khususnya di energi terbarukan. Kolaborasi ini akan memastikan proyek berjalan terintegrasi, berdampak nyata bagi masyarakat, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Jawa Timur," pungkasnya.