Literasi Perempuan Diperkuat Lewat Program Badan Bahasa

Jakarta — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan sebagai upaya memperkuat literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi perempuan di Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui peningkatan literasi, perempuan diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta berkontribusi lebih aktif dalam berbagai sektor pembangunan.

Badan Bahasa menekankan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini dirancang untuk mendukung penguatan kapasitas perempuan secara menyeluruh.

Berbagai aktivitas direncanakan dalam rangkaian Bulan Pemberdayaan Perempuan, mulai dari pelatihan literasi, diskusi, hingga kegiatan edukatif yang melibatkan berbagai komunitas. Program ini juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas literasi, serta organisasi perempuan.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan SDM yang inklusif dan berkelanjutan. Pemberdayaan perempuan dinilai memiliki dampak luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan pencanangan program ini, pemerintah berharap kesadaran akan pentingnya literasi semakin meningkat, sekaligus mendorong perempuan untuk terus berkembang dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.