Maluku Kembangkan Kurikulum Cinta untuk Perkuat Toleransi

Ambon — Upaya memperkuat harmoni lintas agama di Maluku terus didorong melalui penerapan Kurikulum Cinta dan pendekatan ekoteologi. Inisiatif ini diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai fondasi kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan.

Kurikulum Cinta menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai kemanusiaan universal, seperti saling menghormati, empati, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam proses pembelajaran guna membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman agama dan budaya.

Sementara itu, pendekatan ekoteologi mengaitkan ajaran keagamaan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Melalui perspektif ini, pelestarian alam dipahami sebagai bagian dari panggilan moral dan spiritual bersama, lintas keyakinan.

Penerapan kedua pendekatan tersebut di Maluku dinilai relevan mengingat daerah ini memiliki keberagaman agama yang kuat serta kearifan lokal yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Pendidikan yang menggabungkan cinta kasih dan kepedulian lingkungan diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Melalui Kurikulum Cinta dan ekoteologi, pemerintah bersama tokoh agama dan pemangku kepentingan berharap tercipta generasi yang toleran, berwawasan lingkungan, serta mampu menjaga perdamaian dan keharmonisan di Maluku secara berkelanjutan.

Sumber : InfoPublik.id.