Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyampaikan tausiah mengenai makna peristiwa Nuzulul Qur’an kepada prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Cilandak, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Nusron mengajak para prajurit untuk merenungkan kembali turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu nikmat dan rahmat terbesar bagi umat Islam. Peristiwa itu menjadi momentum penting yang menghadirkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi manusia.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memuat berbagai ajaran yang menjadi tuntunan kehidupan, mulai dari perintah dan larangan, janji Allah mengenai surga dan neraka, hingga kisah-kisah masa lalu yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat manusia.
Menurut Nusron, keberadaan Al-Qur’an sebagai petunjuk sangat bergantung pada keimanan seseorang. Bagi orang yang beriman, kitab suci tersebut menjadi sumber hidayah dan kebenaran, sedangkan bagi mereka yang tidak mempercayainya, Al-Qur’an bisa saja dianggap sekadar bacaan biasa.
Dalam ceramahnya, ia juga mengutip Surah Yunus ayat 58 yang mengajak umat Islam untuk bergembira atas karunia Allah berupa Al-Qur’an. Ayat tersebut mengandung pesan agar manusia mensyukuri turunnya wahyu sebagai bentuk rahmat yang besar bagi kehidupan umat manusia.
Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Laut serta ratusan prajurit Korps Marinir dari berbagai pangkat. Acara berlangsung khidmat sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai spiritual di lingkungan prajurit.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan, dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim yang turut hadir dalam acara buka puasa bersama. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, alat tulis, dan tas sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
📌 Sumber Berita : Infopublik.id
