JOMBANG – Semangat kebangkitan masjid menggema dari halaman Masjid Bai Al Karim, Dusun Banggle, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Dalam momentum Halal Bihalal, PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jombang secara resmi meluncurkan komunitas Gen M (Generation Mosque)—sebuah gerakan anak muda yang digagas untuk menghidupkan kembali denyut masjid melalui energi generasi muda (10/4).
Mengusung tagline kuat “1000 Pemuda, 1 Shaff, Sejuta Perubahan”, Gen M hadir sebagai simbol kebangkitan baru: masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban yang digerakkan oleh generasi muda yang visioner, kreatif, dan berjiwa pengabdian.
Ketua PD DMI Kabupaten Jombang, Didin A. Sholahudin—yang akrab disapa Gus Didin—menegaskan bahwa masa depan masjid berada di tangan generasi muda.
“Inilah saatnya pemuda mengambil peran dan memegang tongkat komando kebangkitan masjid. Masjid harus menjadi pusat energi perubahan, tempat lahirnya gagasan, gerakan sosial, dan kepemimpinan umat,” tegas Gus Didin dalam sambutannya yang disambut antusias para jamaah.
Menurutnya, Gen M bukan sekadar komunitas, tetapi sebuah gerakan peradaban yang mengajak anak muda untuk kembali menjadikan masjid sebagai rumah spiritual, pusat kreativitas, sekaligus ruang kolaborasi sosial.
Ia berharap, melalui Gen M akan lahir ribuan pemuda yang tidak hanya rajin memakmurkan masjid, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, tuan rumah kegiatan, H. Juliono, mengaku bahagia dan bangga karena masjid di lingkungannya menjadi tempat lahirnya gerakan pemuda masjid yang inspiratif.
“Kami sangat bahagia dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga ini menjadi awal dari gerakan besar anak-anak muda untuk memakmurkan masjid di Jombang,” ujarnya.
Menurutnya, ketika anak muda kembali ke masjid, masa depan umat akan memiliki arah yang lebih terang.
Dr. H. Ahmad Faqih, M.Pd., yang mewakili MUI Jombang, dalam sambutannya berharap momentum ini dapat menjadi awal untuk mengembalikan kejayaan masjid.
“Ada generasi yang hilang di masjid-masjid kita, yakni mulai dari anak usia SMP hingga warga berusia sekitar 50-an. Shaff masjid lebih banyak diisi anak-anak dan para lansia. Generasi produktif entah pergi ke mana. Ini tantangan yang harus dijawab oleh DMI Jombang dan para penggerak masjid,” ujarnya.
Karena itu, menurut Faqih, peluncuran Gen M harus menjadi pesan kuat bahwa masjid tidak boleh kehilangan generasi penerus. Dengan semangat kebersamaan, para pemuda diajak berdiri dalam satu shaff, menyatukan energi, pikiran, dan langkah untuk menghadirkan perubahan yang lebih luas bagi masyarakat.
Gerakan Gen M diharapkan menjadi gelombang baru kebangkitan masjid di Jombang—dari satu masjid ke masjid lainnya, dari satu komunitas ke komunitas lain—hingga lahir ribuan pemuda yang menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan.
Karena dari satu shaff pemuda, akan lahir sejuta perubahan.
