Menpora Jadikan Olahraga sebagai Instrumen Diplomasi Negara

Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menerima penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 atas kontribusinya dalam pengembangan dan diplomasi olahraga.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Erick dalam mendorong olahraga tidak hanya sebagai sarana prestasi, tetapi juga sebagai alat diplomasi antarnegara. Dalam kesempatan tersebut, Menpora menekankan bahwa diplomasi tidak hanya terbatas pada aspek politik dan ekonomi, melainkan juga dapat dilakukan melalui pendekatan sosial, salah satunya lewat olahraga.

Menurut Erick, sport diplomacy memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga hubungan antarnegara karena mampu menciptakan kedekatan secara lebih humanis. Ia menilai olahraga dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam mempererat kerja sama internasional, bahkan di tengah dinamika geopolitik global.

Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong kerja sama internasional di bidang olahraga, termasuk menjalin kolaborasi dengan berbagai negara seperti Prancis. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah cabang olahraga dan bertujuan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Selain itu, diplomasi olahraga dinilai mampu memperluas pengaruh Indonesia di dunia internasional sekaligus memperkenalkan potensi olahraga nasional. Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet serta memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.

Melalui pendekatan ini, pemerintah optimistis olahraga dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjaga hubungan antarnegara sekaligus mendukung pembangunan nasional di sektor kepemudaan dan olahraga.