Malang – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai kunci dalam memperkuat ekosistem halal nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam forum Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Awards 2026 yang digelar di Universitas Brawijaya. Ia menilai penguatan ekosistem halal merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Menurut Haikal, pengembangan sektor halal tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Dalam hal ini, kampus memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan, riset, dan implementasi di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki fasilitas laboratorium yang dapat dimanfaatkan sebagai basis pemeriksaan halal. Dengan dukungan riset dan inovasi dari akademisi, penguatan sistem jaminan produk halal dapat berjalan lebih optimal dan terintegrasi.
Lebih lanjut, Haikal menekankan bahwa konsep halal saat ini telah berkembang menjadi kebutuhan global yang tidak terbatas pada masyarakat Muslim. Prinsip halal seperti transparansi, keterlacakan, dan kepercayaan menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing produk di tingkat internasional.
Ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekosistem halal dunia. Target tersebut diharapkan dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
Dengan sinergi berbagai pihak, termasuk peran aktif perguruan tinggi, penguatan ekosistem halal nasional diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk Indonesia di pasar global.
