https://devrumaroof.techarea.co.id/ https://sob-andre.com/register https://www.hotel-olympia.cz/ https://lms.ikp-rao.ru/ https://drc.ge/ https://www.biner.co.id/ https://nusacomtech.co.id/ SLOT PULSA https://www.dierenartsdemaere.be/ https://www.ei.yzu.edu.tw/ https://portal.upseducation.in/login https://apdesign.cz/ https://sob-andre.com/ https://www.farnhambarbers.com/farnham/about-us https://datascience.or.id/ https://fptcapital.com.vn/
Gubernur Khofifah Sebut PT Sunrise Masami Internasional Jadi Penguat Ekosistem Hilirisasi dan Industri Substitusi Impor di Jawa Timur Kedaiberita.com

Gubernur Khofifah Sebut PT Sunrise Masami Internasional Jadi Penguat Ekosistem Hilirisasi dan Industri Substitusi Impor di Jawa Timur

BANYUWANGI, 3 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan PT Sunrise Masami Internasional di Kab. Banyuwangi, Jumat (3/7).

Didampingi Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto, Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Tak hanya meresmikan, di kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut meninjau pabrik dan pengoperasian alat-alat industri penghasil kemasan logam tersebut. Ia juga melihat langsung bagaimana proses cetak dan laminasi kaleng, serta menyapa para pegawai. 

Gubernur Khofifah menyatakan, kehadiran PT Sunrise Masami Indonesia menjadi langkah strategis memperkuat industri substitusi impor. Sehingga, percepatan hilirisasi di berbagai sektor, termasuk perikanan , makanan dan minuman , dapat dicapai di seluruh wilayah Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan.

"Industri substitusi impor ini sebetulnya program yang  sangat lama diinisiasi sejak awal orde baru. Ternyata tidak bisa bim salabim, tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, semua harus berproses, ikhtiar dan komitmen yang kuat,” tegasnya.

“Hari ini ada harapan baru, _new hope_ dan _good news_, karena PT Sunrise Masami Internasional akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada produk industri kaleng yang selama ini masih diimpor,” kata Khofifah.

Tak hanya itu, kehadiran pabrik ini diharapkan akan mengangkat nilai jual produk perikanan, makanan dan minuman. 

"Sejak tahun 1992 saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Nelayan memetik ikan dari laut, jangan langsung dijual karena nilai tambahnya kecil. Harus diolah, dikemas, baru dijual, bahkan diekspor. 

Untuk itu, Gubernur Khofifah mengapresiasi komitmen perusahaan yang terus mengupayakan hilirisasi. Selain itu, ia juga mengapresiasi usaha perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal Banyuwangi.

Ia juga mengapresiasi karena sebagian besar karyawan juga berasal dari Banyuwangi, kecuali untuk operator berteknologi tinggi yang direkrut secara khusus. Menurutnya hal ini menjadi penguatan bagi penciptaan lapangan kerja di sekitar pabrik. 

“Saya berharap perusahaan ini terus tumbuh, berkembang, semakin sukses, dan memberikan manfaat yang semakin luas. Di mana ada tantangan, di situ ada peluang. Di mana ada kesulitan, Allah akan membuka kemudahan bagi mereka yang terus berikhtiar," pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto yang sambutannya diwakili oleh Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho mengatakan, pabrik tersebut berdiri atas kolaborasi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus dunia.

"Hari ini bukan sekadar pembukaan sebuah fasilitas baru. Ini adalah kolaborasi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Banyuwangi di Jawa Timur ini sebagai gerbang baru Nusantara dan dunia,” ujarnya.

“Banyuwangi memiliki potensi luar biasa, ada laut, gunung, kota, dan yang paling penting adalah sumber daya manusianya. Karena itu kami akan terus menghadirkan investor baru ke Banyuwangi," tuturnya.

Ia menjelaskan, pabrik tersebut dibangun melalui skema joint venture dengan Sunrise Group sebagai salah satu produsen kemasan logam terbesar di China yang memproduksi sekitar 13 miliar kaleng per tahun. Di mana, partnership itu dapat melahirkan pemasok berbagai merek global seperti Pepsi, Red Bull, serta sejumlah produk internasional lainnya.

"Melalui kemitraan strategis ini kami menghadirkan solusi kemasan berkualitas tinggi, inovatif, dan berkelanjutan. Produk kaleng yang diproduksi di Banyuwangi akan mendukung kebutuhan domestik sekaligus ekspor. Saat ini sekitar 90 persen produk kami diekspor ke Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Karena itu kami juga berharap adanya kemudahan proses ekspor agar produk-produk Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia," jelasnya.

Sementara itu, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po menerangkan, Sunrise Group yang berdiri pada 1992 dan berkantor pusat di Fuzhou, Fujian, China. Produsen ini sudah lebih dari 30 tahun berfokus pada industri metal packaging dengan membangun dan mengoperasikan lebih dari 30 basis produksi.

"Hari ini kami berkumpul di Banyuwangi untuk menyaksikan peresmian PT Sunrise Masami International. Atas nama Sunrise Group China, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan daerah, tamu undangan, dan seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya investasi ini,” katanya.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara Sunrise Group dan Indonesia. Kami optimistis investasi ini akan mendukung pertumbuhan industri manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat daya saing produk-produk ekspor dari Banyuwangi dan Indonesia," pungkasnya.