Kemenhub Dorong Integrasi Data Keselamatan Penerbangan Antarnegara ASEAN

Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kolaborasi dengan negara-negara ASEAN dalam upaya meningkatkan keselamatan penerbangan melalui pertukaran data berbasis regional.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong sistem keselamatan penerbangan yang lebih terintegrasi di kawasan Asia Tenggara, seiring meningkatnya mobilitas penerbangan lintas negara. Pertukaran data dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi risiko, menganalisis tren keselamatan, serta merumuskan langkah mitigasi secara lebih efektif.

Kemenhub menegaskan bahwa kerja sama regional menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keselamatan penerbangan yang semakin kompleks. Dengan berbagi informasi dan praktik terbaik antarnegara, diharapkan standar keselamatan dapat diselaraskan sesuai dengan ketentuan internasional.

Upaya ini juga sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pentingnya pengelolaan keselamatan berbasis data. Pemerintah terus memperkuat sistem manajemen keselamatan penerbangan agar mampu melakukan identifikasi risiko, evaluasi kinerja keselamatan, serta perbaikan berkelanjutan secara sistematis.

Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat pengambilan kebijakan yang lebih akurat. Pendekatan berbasis data memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Melalui sinergi antarnegara ASEAN, Indonesia optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem penerbangan regional yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu pusat konektivitas global.