Perempuan Disebut Memiliki Posisi Strategis dalam Menjaga Lingkungan dan Menghadapi Era AI

Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan ekologis sekaligus memperkuat literasi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di tengah perkembangan teknologi global yang semakin pesat.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Nasional Perempuan Indonesia bertajuk “Perempuan dan Ketahanan Bangsa” yang digelar di Jakarta. Forum tersebut menyoroti kontribusi perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan, pendidikan keluarga, hingga penguatan kapasitas digital masyarakat.

Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kemenhut, Sri Handayaningsih, menyampaikan bahwa ketahanan ekologis menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, hingga ekonomi berbasis masyarakat.

Ia menjelaskan, perempuan juga memiliki kontribusi nyata dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengembangan hasil hutan bukan kayu seperti kopi, madu, minyak atsiri, rotan, dan serat alam yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Selain isu lingkungan, forum tersebut turut menyoroti pentingnya kesiapan perempuan menghadapi era transformasi digital dan perkembangan AI. Direktur Utama Robotic Explorer, Jully Tjindrawan, menilai perempuan perlu memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern.

Menurutnya, perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga memiliki peran penting dalam membangun generasi yang melek digital, memahami teknologi AI, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah tantangan era digital. Tantangan tersebut meliputi penyebaran hoaks, perundungan siber, penyalahgunaan data pribadi, hingga paparan konten negatif terhadap anak-anak.

Meski demikian, perkembangan teknologi digital dan AI juga dinilai membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang di berbagai sektor seperti pendidikan, kewirausahaan digital, inovasi sosial, hingga kepemimpinan berbasis transformasi teknologi. 

Forum Nasional Perempuan Indonesia menilai penguatan kapasitas perempuan di bidang lingkungan dan teknologi perlu dilakukan secara bersamaan guna menciptakan pembangunan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan bangsa menghadapi perubahan global di masa depan.

Sumber : InfoPublik