Cilacap – Presiden Prabowo Subianto menargetkan renovasi sebanyak 70 ribu sekolah di seluruh Indonesia pada 2026 sebagai bagian dari percepatan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Target tersebut disampaikan saat Presiden meninjau hasil renovasi sekolah di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional. Pemerintah berkomitmen mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.
Presiden menjelaskan bahwa program renovasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga peningkatan kualitas fasilitas pendidikan agar lebih layak dan modern. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan perbaikan terhadap sekitar 17 ribu sekolah pada 2025. Pada 2026, jumlah tersebut ditingkatkan secara signifikan menjadi 70 ribu sekolah, dan bahkan ditargetkan bertambah hingga minimal 100 ribu sekolah pada tahun berikutnya.
Presiden optimistis, dengan percepatan tersebut, seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki secara bertahap hingga 2028. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Di tengah dinamika global, pemerintah memandang investasi di bidang pendidikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat masa depan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi berbagai pihak dinilai penting guna memastikan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
