SURABAYA, 7 Mei 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul dan pengembangan ekonomi biru (blue economy) menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus orkestrator rantai nilai nasional.
Dalam paparannya, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa arah pembangunan Jawa Timur dalam jangka menengah dan panjang dirumuskan melalui konsep “Gerbang Baru Nusantara”.
Konsep tersebut menempatkan Jawa Timur tidak hanya sebagai wilayah transit, tetapi juga pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Untuk mendukung visi tersebut, terdapat empat pengungkit utama yang terus diperkuat, yakni penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas manusia dan tenaga kerja, serta penguatan konektivitas ekonomi antarwilayah.
"Keeempat pengungkit tersebut saling terhubung dan bertumpu pada satu faktor kunci, yaitu ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global," jelas Khofifah.
Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, sebagai pusat industri pengolahan terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur memiliki kekuatan pada sektor agro-maritim, industri perkapalan, hingga pariwisata bahari.
“Maka peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas untuk mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam (_resource-based economy_) menuju ekonomi berbasis pengetahuan (_knowledge-based economy_),” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan kemaritiman, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya pergeseran paradigma menuju ekonomi biru (_blue economy_). Yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Kita harus beralih pada paradigma ekonomi biru, yaitu pemanfaatan sumber daya kelautan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” sebutnya.
Sementara terkait kinerja Jawa Timur dalam indikator ekonomi biru, Khofifah menyebut bahwa menunjukkan tren positif. Nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur tercatat mencapai 60,54 pada tahun 2024 dan terus diarahkan meningkat menuju target jangka panjang tahun 2045.
Secara rinci, dari sisi subsektor, industri berbasis kelautan dan pariwisata bahari menjadi motor penggerak utama ekonomi biru di Jawa Timur. Oleh karena itu, percepatan peningkatan IBEI memerlukan kebijakan yang terintegrasi, dukungan inovasi teknologi, serta sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hang Tuah atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul, khususnya di bidang kemaritiman.
Terlebih, SDM Maritim yang unggul merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak. Terutama dalam mengoperasikan kapal kapal canggih yang memiliki teknologi.
Menurutnya, penyiapan SDM maritim unggul tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga stabilitas psikologis yang kuat, terutama dalam pengoperasian teknologi maritim modern.
"Perguruan Tinggi yang bisa menempa menyeimbanhkan IQ dan stabilitas psikologis terutama pengoperasian teknologi maritim ada di Universitas Hang Tuah," katanya.
Gubernur Khofifah pun menyoroti besarnya peluang sektor kemaritiman dalam membuka lapangan kerja baru, termasuk pada bidang spesifik seperti underwater welding atau pengelasan bawah air yang memiliki permintaan tinggi di tingkat global.
"Banyak negara membutuhkan tenaga pengelasan bawah air (underwater welding) oleh karena itu diharapkan Universitas Hang Tuah bisa mentraining untuk melaksanakan Underwater Welding," jelasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa momentum Dies Natalis bukan sekadar perayaan, melainkan menjadi ruang refleksi dan konsolidasi untuk memperkuat peran strategis sektor kemaritiman dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Penguatan sektor kemaritiman harus ditopang oleh SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Inilah kunci agar Jawa Timur mampu memainkan peran strategis dalam industri pertahanan maritim nasional,” jelasnya.
Gubernur Khofifah turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah serta harapan agar institusi tersebut terus berkontribusi dalam pengembangan SDM maritim Indonesia.
Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya di bidang kelautan dan kemaritiman.
"Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi di Jawa Timur, UHT siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam mencetak SDM Unggul, memperkuat riset dan inovasi serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Universitas Hang Tuah terus memperkuat program pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, melalui program desa binaan yang mencakup pendampingan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan literasi masyarakat.
"Kami berharap program pengabdian ini akan bersinergi dengan program Pemprov Jatim sehingga keberadaan UHT tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah berkesempatan melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemprov Jawa Timur dan Universitas Hang Tuah tentang kerja sama pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.
Perjanjian Kesepakatan bersama yang dilakukan bertujuan untuk mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya sehingga terwujudnya pelayanan kepada masyarakat Jawa Timur.
Melalui penandatanganan perjanjian kesepakatan bersama tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap penguatan sumber daya manusia, pengembangan riset terapan dan pemberdayaan masyarakat.
