Kolaborasi RI-UNICEF Perkuat Program Kesejahteraan Anak

Jakarta — Pemerintah Indonesia bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) meluncurkan Country Programme Action Plan (CPAP) 2026–2030 sebagai langkah lanjutan dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya yang berfokus pada kesejahteraan anak.

Program kerja sama ini disusun untuk memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat sejak usia dini, sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah. Pemerintah menilai bahwa investasi pada anak, termasuk pemenuhan gizi dan kesehatan, menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.

CPAP 2026–2030 dirancang sebagai kerangka kolaborasi lima tahunan yang mencakup berbagai sektor strategis. Fokus program meliputi gizi, kesehatan, pendidikan, air dan sanitasi, perlindungan anak, kebijakan sosial, serta peningkatan efektivitas program.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, serta didukung oleh kerja sama lintas sektor guna memastikan implementasi yang terintegrasi dan inklusif. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menjangkau kelompok anak yang paling rentan dan tertinggal.

Selain itu, kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam memenuhi hak-hak anak serta mendukung agenda pembangunan global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemerintah optimistis program ini dapat memperkuat sistem perlindungan anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Melalui peluncuran CPAP 2026–2030, Indonesia dan UNICEF menegaskan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap layanan dasar yang berkualitas, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional secara berkelanjutan.